Januari 15, 2011

Artikel Tentang Seni dan Teater


A. WAWASAN SENI
Wawasan seni adalah pandangan, sikap, pendekatan, dan pengertian teatang prinsip berkesenian dan terhadap hasil karya seni. Kesenian adalah setiap hasil karya manusia yang mengandung keindahan atau setiap ekspresi (ugkapan ) diri manusia yang hendak menyampaikan gejolak jiwanya melalui proses penciptaan yang didasarkan atas nilai etis dan estetis. Wawasan yang akan dibahas disini adalah wawasan seni yang dikaitkan dengan pendidikan kesenian disekolah umum.
Pada dasarnya setiap manusia mempunyai kepekaan terhadap rasa keindahan yang sama. Adapun yang membedakan manusia satu dengan lainnya adalah kadar kepekaannnya. Apabila kadar kepekaan terhadap rasa keindahan orang dapat memberikan tanggapan penghargaan dan penilaian yang dari lainnya. Kepekaan terhadap rasa keindahan dapat dilatih dengan menghadapkan seseorang kepada suatu hasil ungkapan yang berwujud hasil karya seni, melalui sentuhan-sentuhan inderawi dengan menggunakan kepekaan rasa yang dimiliki. Tinggi rendahnya penghargaan terhadap karya seni bergantung pada kadar kepekaan terhadap rasa keindahan yang dimiliki seseorang.
Pendidikan kesenian di sekolah menengah umum pada dasarnya memberikan bekal kepada siswa untuk dapat mempertinggi dan mempertajam kadar kepekaannnya terhadap rasa keindahan. Hasil karya seni yang dinamakan kesenian merupakan hasil budi daya manusia yang diungkapkan dengan menggunakan kepekaan rasa estetik (rasa keindahan) terhadap lingkungan sekitar. Dalam proses mewujudkan keingginan manusia berekspresi dapat dipilih suatu media yang diinginkan antara lain gerak, suara, bunyi, laku, bahan, warna, dan garis. Bentuk karya seni dapat berupa :
1. Seni sastra ( menggunakan media ekspresi kata atau bahasa )
2. Seni tari ( menggunakan media gerak tubuh)
3. Seni musik (menggunakan media ekspresi bunyi dan suara)
4. Seni teater (menggunakan media ekspresi laku dan suara )
5. Seni rupa ( menggunakan media ekspresi bahan, garis, wujud )

Berdasarkan media yang digunakan, kesenian dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu :
1. Seni sastra : prosa ( cerpen, novel dan esai) dan puisi
2. Seni pertunjukan : musik, tari dan drama
3. Seni rupa : lukisan, patung, kriya, grafis dan arsitektur.

Sesuai dengan pengertiannya, seni sebagai alat ekspresi gejolak jiwa manusia. Oleh sebab itu pendidikan yang diajarkan hendknya menyangkut masalah:
1. Mempelajari proses penciptaan karya seni
2. Mengenal unsur - unsur seni
3. Merasa ikut serta dalam proses penciptaan

Dalam pendidikan seni teater di sekolah menengah umum, kalau siswa disuruh mencoba praktik berakting atau menyutradarai suatu pertunjukan, sebenarnya dia sekaligus dilatih untuk ikut merasakan dan mencoba proses penciptaan tersebut, dan diharapkan dapat berpartisipasi aktif. Dalam proses ini, jika siswa tidak mampu bermain ( berakting ) dengan baik, hal itu tidak jadi Yang penting adalah bahwa siswa ikut berpartisipasi. Siswa tidak ijadi peaain teater yang baik, tetapi siswa dirancang dan dilatih untuk merasakan bagaimana suatu proses penciptaan dilakukan. Disini bukan sebagai tujuan tetapi sebagai sarana pendidikan.

B. PENGERTIAN SENI TEATER
Kata teater beasal dari kata Yunani lama ' Theatron ' yang berarti gedung atau tempat pertunjukan. Kata Yunani Theatron diturunkan dari kata Theomai yang berarti' dengan takjub melihat atau memandang' sehingga teater secara luas dapat diartikan ;
1. Gedung pertunjukan atau tempat kegiatan seni dilakukan
2. Publik atau auditorium/ tempat penonton menyaksikan pertunjukan
3. Karangan/cerita yang mengenai kegiatan

Teater adalah segala bentuk pertunjukan yang ditonton oleh publik atau penonton disuatu tempat. Drama yang berasal dari kosa kata Yunani Dran yang artinya berbuat, bergerak atau berlaku. Drama mempunyai pengertian yang lebih sempit dibanding dengan teater, drama berarti laku yaitu syatu ekspresi kesenian memperagakan suatu cerita ( hasil sastra yang disebut lakon ) dalam suatu pertunjukan yang menggunakan laku atau dialog ( kata ) sebagai alat unkapnya.. Sandiwara berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata Sandi dan Warah. Sandi artnya rahasia, sedangkan Warah artinya pengajaran, ki hadjar Dewantara mengartikan Sandiwara sebagai pengajaran yang dilakukan lewat perlambang. Dengan demikian teater dapat di rumuskan sebagai berikut
Teater adalah suatu kegiatan berekspresi yang bertolak dari alur cerita yang dipertunjukan dengan menggunakan tubuh sebagai media utama, sedangkan dalam proses penciptaannnya digunakan unsur gerak, suara , bunyi dan rupa yang disampaikan kepada penonton.
Berdasarkan rumusan diatas, unsur-unsur teater terdiri atas :
1. Tubuh sebagai media utama (pemeran,pelaku.pemain)
2. Gerak sebagai assar penunjang ( gerak tubuh dan peran )
3. Suara sebagai unsur penunjang utama (kata/dialog/ucapan dan peran)
4. Banyi sebagai unsur pembantu penunjang (bunyi benda,efek dan musik )
5. Rupa sebagai unsur pembantu penunjang ( setting,dekorasi,kostum dan cahaya)
6. Cerita sebagai unsur utama penjalin proses penciptaan suatu bentuk seni teater.

Pendidikan seni teater sebenarnya adalah pendidikan tentang kehidupan manusia, lengkap dengan problema yang terdapat dalam kehidupan, pendidikan moral, watak/karakter, konflik kehidupan, dan segala aspek kehidupan lainnya. Dalam kelompok seni, teater merupakan kelompok seni yng kolektif artinya adalah bahwa proses penciptaan suatu hasil karya seni teater tidak dapat dikerjakan atau diciptakan oleh satu orang, tetapi dilakukan atau dibantu oleh beberapa orang, seni kolektif menuntut suatu kerjasama ensamble yang dipimpin oleh seorang sutradara. Dengan mempelajari proses penciptaan karya seni teater, berarti kita juga belajar bekerja sama dengan orang lain, menghargai orang lain dan taat pada ketentuan kebersamaan.

C. PENGETAHUAN TEATER
1. Pengenalan Bentuk Teater
Bentuk teater di Indonesia terdiri atas Teater Tradisional dan Teater Modern.Teater Tradisional adalah suatu bentuk seni teater yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat lingkungannya. Tetare ini dihasilkan oleh kreativitas suku bangsa Indonesia di beberapa daerah dan bertolak dari tradisi yang sejalan dengan tata kehidupan dan kebudayaan daerah serta adat istiadat masyarakatnya. Teater Tradisional adalah milik masyarakat yang pengolahannya didasarkan atas cita rasa seniman pendukungnya, erat hubungannya dengan kehidupan dan pandangan hidup serta nilai tradisi yang dimilikinya. Teater Tradisional bertolak dari sastra lama, sastra lisan. Karena bertolak dari sastra lisan, maka cara pengungkapan bentuk teaternya dilakukan dengan spontan, yaitu melalui ungkapan yang improvisatoris.
Teater Modern adalah suatu bentuk yang sering disebut sebagai Teater Tidak jarang menyebutkannya sebagai Teater naskah karena Mmkm bertitik tolak dari karya sastra, yang disusun untuk suatu lakon Secara teknis Teater Modern, bersumber dari konsep «rnkai oieh teknik dan hukum dramaturgi. Konsep teknis idah dituangkan dalam aturan dan tatanan yang orang yang berminat mempelajarinya. Oleh karena itu, yang akan diajarkan bertolak dari pendekatan teknis Teater modern (Barat).
2. Dramaturgi
Dramaturgi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk drama, yang ak dari suatu lakon yang akan diperrunjukan diatas panggung. Seni drama pada hakekatnya adalah bentuk kesenian yang memantulkan perikehidupan manusia dengan segala masalahnya dalam bentuk permainan diatas panggung yang bertolak dari naskah lakon. Penggambaran prilaku diatas panggung tidak cukup hanya secara badaniah/jasmaniah, yaitu gerak laku yang terlihat mata tetapi juga mneggambarkan, gerak laku rohaniah/batiniah. Gerak laku lahiriyah pada hakekatnya adalah ungkapan dari gerak rasa batiniah, yang dirasakan secara emosional lalu diungkapkan atau terpancar lewat gerak laku lahiriah. Perikehidupan manusia bersendi pada unsur - unsur psikologi yang menentukan sepak terjang dan sikap hidupnya dalam masalah yang dihadapi menurut watak/karakter dan kepribadiannya.
Dalam seni drama, suasana akan terasa lebih hidup, lebih bergerak, dan lebih dinamis apabila didalamnya terdapat konflik dan benturan - benturan. Hakekat seni drama ialah pengungkapan dalam bentuk laku segala kemampuan psikis (kemampuan kejiwaan) yang terkandung dalam diri manusia setelah mendapat rangsangan dari konflik - konflik dalam kehidupan. Isi drama pada umumnya adalah masalah kehidupan manusia yang lengkap dengan konflik dan segala aspek kehidupan. Seniman yang bergerak di bidang teater harus menguasai persoalan dramaturgi, baik seniman tersebut sebagai pengarang lakon maupun sebagi sutradara, bahkan para pemain dan seluruh staf produksi pun harus mnegenal apa yang disebut drmaturgi.
Lakon sebagai suatu karya teater belumlah lengkap sebagai suatu hasil karya seni teater sebelum dipentaskan di atas panggung atau divisualkan, yaitu diperagakan secara visual diatas panggung. Dramaturgi adalah ilmu yang mengungkapkan seluk beluk lakon untuk dapat dipertunjukan atau divisualkan ujud peragaan diatas panggung. Dalam pementasan suatu drama, unsur yaag dapat “menghidupkan” naskah lakon diatas pentas adalah laku (action) atau disebut juga gerak laku. Nilai dramatik yang terkandung didalamnya diperoleh dari laku tersebut, sedangkan laku dapat muncul karena adanya konflik dalam lakon.
3. Dramatik dalam lakon
Unsur utama lakon adalah laku dramatik, sedangkan laku dramatik ditimbulkan dek adanya konflik. Konflik terdapat dalam kehidupan lakon, padahal hakekatnya adalah penggambaran kehidupan sebenarnya di atas panggung. Suatu pementasan tema dapat hidup apabila kita dapat memunculkan laku tersebut.
4. Konflik sebagai Unsur Pokok Sebuah Drama
Konflik pada hakekatnya terdapat dalam kehidupan. Karena sebuah lakon menggambarkan kehidupan, maka lakon harus mengandung konflik yang sering disebut krisis, tekanan, ataupun ketegangan. Krisis, tekanan atau ketegangan seringkah melibatkan konflik. Ada tiga tipe dasar yang menyebabkan terjadinya konflik.
a. Konflik antara manusia dengan manusia
Dalam hal ini konflik dapat bersifat fisik ( adu kekuatan, bertengkar, adu mulut, berkelahi) atau dapat juga bersifat mental,( memeras otak untuk saling mengungguli).
b. Konflik antara manusia dan dirinya sendiri
Dalam hal ini konflik umumnya bersifat kejiwaan, mental, dan moral. Konflik antara karakter seseorang, ketamakan, ambisi, cinta, tugas, dan kesadaran moral.
c. Konflik antara manusia dan kekuatan luar
Dalam hal ini konflik mencakup masyarakat, alam lingkungan, Tuhan, takdir, atau nasib.
5. Tata Pentas
Tata pentas dalam pementasan drama sangat penting karena setidaknya dapat memperlihatkan tempat kejadian yang berhubungan dengan ruang waktu dan kapan kejadian tersebut terjadi. Penampilan tata pentas lebih menghidupkan drama yang akan dipertunjukan. Aliran apa. yang dianut dalam menciptakan tata pentas sudah dapat dilihat pada kesan pertama secara visual. Kehadiran tata pentas, disamping merupakan sarana pendukung dalam pementasan, dapat lebih menghidupkan suasana cerita yang dipentaskan.
6. Fungsi Teater di Indonesia
Di Indonesia kegiatan seni teater mempunyai berbagai fungsi:
a. Teater untuk keperluan upacara Teater tradisional di Indonesia pada umumnya di zaman dahulu banyak digunakan untuk keperluan upacara, bahkan upacaranya sendiri dilakukan dalam bentuk kegiatan teater. Tiap pemain, yaitu peserta upacara, merupakan penonton dan sekaligus juga ikut aktif dalam upacara itu sendiri.
b. Teater untuk keperluan ekspresi seni dan hiburan Teater tradisional, setelah digunakan untuk keperluan upacara, diperlukan juga untuk masyarakat lingkunganya, yaitu untuk hiburan. Seni pertunjukan yaitu kegiatan kesenian yang memang dipersiapkan untuk dipertunjukan di depan penonton. Unsur suatu seni pertunjukan :
1. Materi kegiatan
2. Seniman yang melakukan kegiatan
3. Penonton yang menyaksikan kegiatan
c. Teater untuk keperluan penyampaian pesan Teater untuk keperluan hiburan pada mulanya hanya untuk keperluan mengisi waktu senggang dengan maksud untuk menghibur diri. Dalam perkembangannya, para seniman teater ingin sekaligus memanfaatkan fungsi teater sebagai media penyampaian pesan, yaitu dapat berupa pendidikan atau penerangan. Unsur penciptaan teater menjadi sangat penting, yaitu dengan munculnya cerita - cerita yang berkaitan dengan karya sastra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar